https://bacaberita.co.id


Copyright © bacaberita.co.id
All Right Reserved.
By : Aditya

PHK Meluas Dimana-mana, Pengamat: Pemerintah Harus Bertindak Cepat!

PHK Meluas Dimana-mana, Pengamat: Pemerintah Harus Bertindak Cepat!

Ilustrasi

Bacaberita.co.id, Pekanbaru - Pengamat ketenagakerjaan sekaligus Sekretaris Jenderal Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI), Timboel Siregar, menilai pemerintah perlu mengambil langkah strategis guna mencegah gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor industri padat karya.

"Saat ini PHK ada dimana-mana, mulai dari Sanken, pabrik piano Yamaha, hingga Sritex. Dampaknya sangat terasa bagi pekerja yang terkena PHK. Oleh karena itu, sektor padat karya harus mendapat perhatian khusus," ujar Timboel di Jakarta, Jumat (7/3/2025).

Menurutnya, pemerintah harus benar-benar hadir untuk menciptakan lapangan kerja baru yang layak bagi masyarakat guna mengurangi defisit angkatan kerja yang terus terjadi dari tahun ke tahun.

Defisit angkatan kerja terjadi ketika jumlah pencari kerja lebih banyak dibandingkan peluang kerja yang tersedia di pasar tenaga kerja. Kondisi ini diperburuk oleh pertumbuhan angkatan kerja yang pesat, keterbatasan lapangan kerja, serta ketergantungan pada sektor informal yang tidak memiliki jaminan sosial dan struktur yang jelas.

"Pemerintah harus memiliki strategi nyata untuk membuka lebih banyak lapangan kerja, bukan hanya menetapkan target tanpa realisasi, karena defisit angkatan kerja masih terus terjadi," jelasnya.

Ia mengungkapkan, pertumbuhan angkatan kerja di Indonesia mencapai sekitar empat juta orang per tahun, sementara jumlah lapangan kerja yang tersedia hanya sekitar dua juta. Hal ini menyebabkan peningkatan tingkat pengangguran terbuka, yang naik dari 3,15 persen pada Februari 2024 menjadi 4,91 persen pada Agustus 2024, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).

Defisit angkatan kerja, lanjut Timboel, berdampak pada meningkatnya angka pengangguran dan kemiskinan, serta berisiko menimbulkan ketidakstabilan sosial.

"Jika kondisi ini terus dibiarkan, tingkat pengangguran dan kemiskinan akan bertambah. Ketahanan konsumsi masyarakat akan melemah, yang pada akhirnya dapat menghambat pertumbuhan ekonomi," tegasnya.

Khusus untuk sektor padat karya, Timboel menekankan bahwa perhatian lebih dari pemerintah sangat diperlukan. Selain mampu membuka lebih banyak lapangan kerja dan mengurangi angka pengangguran, sektor ini juga berkontribusi terhadap produksi dalam negeri yang dapat memperkuat perekonomian lokal dan nasional.

"Kami berharap pemerintah serius dalam menyediakan lapangan kerja dan perlindungan bagi pekerja sektor padat karya. Dengan demikian, industri tetap bisa bergerak maju, pekerja tetap bekerja, dan produk dalam negeri bisa berjaya di pasar sendiri," tutupnya.

Editor : Redaksi