https://bacaberita.co.id


Copyright © bacaberita.co.id
All Right Reserved.
By : Aditya

Pemko Pekanbaru Tata Kawasan Bawah Jembatan Siak I, Warga Direlokasi ke Hunian Layak

Pemko Pekanbaru Tata Kawasan Bawah Jembatan Siak I, Warga Direlokasi ke Hunian Layak

Bacaberita.co.id, Pekanbaru – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mulai menata kawasan di bawah Jembatan Siak I di tepian Sungai Siak sebagai bagian dari upaya penataan ruang kota sekaligus menjaga fungsi daerah aliran sungai (DAS). 

Langkah ini bertujuan menjadikan kawasan sungai sebagai wajah kota, sekaligus mengurangi risiko lingkungan bagi warga yang tinggal di lokasi rawan banjir.

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menegaskan pendekatan Pemko tidak bersifat represif. Sebagian warga yang menempati bangunan di kawasan DAS bersedia direlokasi, asalkan dipindahkan ke hunian yang layak tanpa biaya. 

Pemko meninjau rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di Yos Sudarso sebagai lokasi relokasi, termasuk menyiapkan bantuan pendukung untuk kelancaran proses tersebut.

“Saat ini terdapat sekitar 11 kepala keluarga (KK) yang tinggal di kawasan tersebut. Sebagian dari mereka sebelumnya pernah menghuni rusunawa, namun kembali ke lokasi lama karena keterbatasan ekonomi,” jelas Agung. 

Kondisi rumah warga sangat memprihatinkan; rumah sering terendam saat hujan, dan sebagian tidak memiliki lantai yang layak.

Penataan kawasan ini juga mendapat dukungan dari pihak swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Dari total lima hektare lahan di bawah jembatan, sekitar satu hektare direncanakan menjadi Ruang Terbuka Hijau Biru (RTHB) yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk olahraga dan aktivitas sosial.

Agung menekankan arah pembangunan Kota Pekanbaru ke depan tidak lagi membelakangi Sungai Siak, melainkan menjadikannya sebagai ikon kota. Selain menata hunian warga, Pemko akan menata ruang publik agar lebih tertata, aman, dan indah.

Pemko juga melakukan pendataan ulang terhadap warga kurang mampu, memastikan bantuan diberikan pada mereka yang benar-benar membutuhkan. Warga yang masih produktif namun enggan bekerja akan dibedakan dari warga yang tidak mampu secara ekonomi.

“Penanganan ini harus tepat sasaran, agar bantuan pemerintah bisa diterima oleh warga yang paling membutuhkan,” tutup Agung. (*)

Editor : Redaksi